Rabu, 23 Maret 2011

Ormas Islam di AS Tuntut Penjelasan NYPD Soal Film Anti-Muslim


Ormas-ormas Islam di AS mengadukan Kepolisian New York (NYPD) ke Balai Kota, Selasa (22/3). Di depan anggota Dewan Kota, mereka menuntut NYPD memberikan penjelasan tentang pemutaran film anti-Muslim berjudul "The Third Jihad" dalam program pelatihannya.

Asim Rehman, pengacara yang juga anggota Muslim American Civil Liberties Association mengatakan, film semacam itu merupakan stereotip yang berbahaya dan menampilkan agama, dalam hal ini Islam, dari sisi yang buruk. "Kami menilai tindakan itu tidak bisa diterima," kata Rehman dalam tuntutannya yang disampaikan di Balai Kota.

"Di saat umat Islam Amerika berada dalam situasi yang penuh kecurigaan, kami menginginkan polisi memberikan perlindungan pada kami, bukan malah memburuk-burukkan kami," tukas Rehman.

Kasus ini pertama kali terungkap dari pemberitaan The Village Voice, yang mengutip pernyataan seorang petugas polisi tentang pemutaran film tersebut. Petugas polisi itu mengatakan bahwa film "The Third Jihad" yang diputar dalam program pelatihan di NYPD adalah film "Yang diceritakan secara sepihak. Film itu membuat Muslim seperti musuh, dan merupakan proganda langsung."

Dari bagian film yang bisa diakses di internet, "The Third Jihad" menggambarkan bahwa para ekstrimis Islam akan mengambil alih Amerika.

Tuntutan ormas-ormas Islam AS agar NYPD memberikan penjelasan atas pemutaran film anti-Muslim itu mendapat dukungan dari Dewan Kota New York seperti Robert Jackson, Jumaane Williams, Mellisa Mark-Vivenito dan Charles Barron.

Namun Juru Bicara NYPD Paul Browne dalam emailnya membantah bahwa NYPD sengaja memutar film dokumenter itu untuk keperluan pelatihan. "Kami tidak menggunakannya, kami sudah melihatnya dan menolak film itu digunakan untuk pelatihan. Film itu cuma sekali diputar, pada saat para polisi yang sedang mengerjakan karya tulis, sedang menunggu pelatihan COBRA ( tentang radiasi kimia dan biologi) dimulai. Berita bahwa NYPD menggunakan film itu untuk pelatihan, bohong besar," kata Browne.

Tapi menurut Ramzi Kassem, seorang profesor bidang hukum di AS, penggunaan materi anti-Islam oleh lembaga-lembaga penegak hukum di AS, sedang menjadi tren, baik disengaja atau tidak disengaja.

Cyrus McGoldrick, manajer bidang hak asasi manusia di Council on American-Islamic Relations juga mengungkapkan hal yang sama. "Kelompok-kelompok yang mengharapkan bisa mempromosikan film-film seperti 'The Third Jihad' menjadi semacam terobosan bagi komunitas keamanan dalam negeri, bagi komunitas penegak hukum, mulai dari para mantan penegak hukum sampai mantan polisi," ujarnya. (ln/isc)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ormas-islam-di-as-tuntut-penjelasan-kepolisian-new-york-soal-film-anti-muslim.htm

0 comments: