Rabu, 23 Maret 2011

Biaya Untuk "No Fly Zone" di Libya Bisa Mencapai 1 Milyar Dolar


Biaya awal dari penerapan zona larangan terbang di atas Libya kemungkinan akan melampui 1 milyar dolar AS jika operasi militer pimpinan AS di negara ini bertahan selama lebih dari beberapa bulan, laporan mengatakan.

Dengan aliansi Barat yang berjuang untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Libya, analis mengatakan biaya untuk pembebanan zona larangan terbang sebagai bagian dari upaya untuk menggeser penguasa diperangi Muammar Gaddafi mungkin antara 400 juta dolar hingga dan 800 juta dolar, Reuters melaporkan pada hari Selasa kemarin (22/3).

Menurut sebuah laporan terbaru oleh Zack Cooper, seorang analis senior di Pusat Penilaian Strategis dan Anggaran, negara-negara Barat yang berpartisipasi dalam operasi militer di Libya harus membayar 30 juta dolar hingga 100 juta dolar perminggu dalam rangka untuk menerapkan zona larangan terbang di atas negara Libya dan akan berjalan dalam jangka panjang.

Hari pertama Operasi Odyssey Dawn memiliki harga lebih dari 100 juta dolar hanya untuk rudal AS saja, menurut perkiraan.

Lembaga think-tank, yang mengkhususkan diri dalam kebijakan perencanaan pertahanan AS dan anggaran, menerbitkan laporan pada saat AS, jet tempur Inggris dan Perancis dan kapal selam mereka terus melakukan penembakan terhadap pertahanan udara Gaddafi dengan rudal jelajah Tomahawk.

Dua lusin lebih rudal Tomahawk rudal diluncurkan pada hari Selasa dari kapal AS dan kapal selam Inggris, sehingga jumlah rudal ditembakkan setidaknya telah 161 sejak awal operasi militer pekan lalu.

Cooper, sementara itu, memperkirakan bahwa rudal Tomahawk diluncurkan sejauh ini oleh Inggris dan Amerika Serikat dengan biaya sekitar 200 juta dolar.

"Kita perkirakan 400 juta hingga 800 juta dolar. Antara Tomahawks dan amunisi lainnya dan jam penerbangan serta bahan bakar, itu mungkin akan menjadi suatu kisaran untuk biaya awal pertahanan udara," katanya.

Angka-angka itu menjadi terlihat karena banyak negara dalam aliansi telah mendengar lonceng alarm keras tentang risiko perang berlarut-larut di Libya, menunjuk ke konflik di Afghanistan, di mana pemerintah AS menghabiskan lebih dari 9 miliar dolar per bulan.

Militer AS tidak memiliki angka biaya resmi untuk operasi di Libya, yang telah berlangsung kurang dari seminggu.

Sementara itu, President Dallas Federal Reserve Bank Richard Fisher memperingatkan hari Selasa bahwa Amerika akan bangkrut karena pemerintah sedang berjuang dalam tiga perang secara bersamaan.

"Jika kita terus jatuh ke bawah pada jalan di mana otoritas fiskal menempatkan kita, kita akan menjadi bangkrut - pertanyaannya adalah kapan hal itu akan terjadi," katanya.(fq/prtv)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/biaya-untuk-no-fly-zone-di-libya-bisa-mencapai-1-milyar-dolar.htm

0 comments: