Rabu, 23 Maret 2011

Oposisi Yaman Tolak Tawaran Presiden Ali Abdullah Saleh


Sebuah koalisi kelompok oposisi di Yaman menolak tawaran Presiden Ali Abdullah Saleh untuk berhenti berkuasa setelah pemilihan parlemen pada Januari 2012.

"Pihak oposisi menolak tawaran itu pada saat jam-jam mendatang akan sangat menentukan," dikutip Reuters atas pernyataan Muhammed al-Sabry, juru bicara untuk kelompok payung utama oposisi, yang mengatakan pada hari Selasa kemarin (22/3).

Saleh sebelumnya berjanji untuk tidak mencalonkan diri maju menjadi presiden lagi setelah selesai masa kepemimpinannya pada tahun 2013. Ia dulu pernah berjanji untuk meninggalkan kantornya pada tahun 2005 namun membatalkannya, memberikan alasan yang tidak bisa dipercaya.

Pada saat tekanan semakin meningkat pada Saleh, kelompok oposisi telah memberinya ultimatum 48 jam untuk mundur.

Saleh telah mengalami kemunduran lain pada saat lebih banyak lagi jenderal militer berpangkat tinggi, duta besar dan kepala suku memberikan dukungan terhadap demonstran anti-pemerintah.

Mayor Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar, kepala dari zona militer barat laut, dan Jenderal Ali Abdullah Aliewa, penasihat pemimpin tertinggi tentara Yaman, telah berhenti mendukung presiden, bergabung dengan revolusi rakyat di negara itu.

Pada hari Selasa, presiden memperingatkan terhadap adanya "kudeta," ia menyebut para pejabat militer yang membelot akan mendorong negara masuk ke dalam perang sipil "berdarah".

"Mereka yang ingin naik ke kekuasaan melalui kudeta harus tahu bahwa ini adalah keluar dari konteks yang menyebabkan tanah air tidak akan stabil. Akan ada perang saudara, perang berdarah .Mereka harus hati-hati mempertimbangkan ini," katanya.

Sedangkan para jenderal yang membelot mengatakan mereka tidak bertujuan merebut kekuasaan dengan mendukung demonstran anti-rezim, laporan mengatakan.

Duta besar Yaman untuk Suriah, Arab Saudi, Libanon, Mesir, Liga Arab dan Cina, serta menteri negara Hak Asasi Manusia, Huda al-Baan, telah menunjukkan dukungan untuk pengunjuk rasa, beberapa dari mereka mengundurkan diri dari jabatan yang sedang mereka duduki.

Liga Arab mengecam keras tindakan keras terhadap demonstran, menyerukan "dialog dan metode demokratis untuk menangani tuntutan masyarakat Yaman dengan cara damai."

Sementara itu, konfederasi suku Yaman yang paling kuat, yang mencakup suku Saleh, dilaporkan telah meminta presiden untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan turun dengan damai.

Lebih dari 50 orang telah tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam serangan bersenjata oleh loyalis Saleh sejak awal revolusi rakyat pada bulan Januari lalu.(fq/prtv)


sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/oposisi-yaman-tolak-tawaran-presiden-ali-abdullah-saleh.htm

0 comments: