Sabtu, 19 Februari 2011

Menelusuri Jejak Pemikiran Bung Karno


“Kemajuan suatu negara ditentukan juga oleh kemampuan untuk menghargai nilai-nilai karya cipta bangsa di masa lampau, dilestarikan, dan dikaji manfaatnya untuk masa kini serta dijadikan acuan dalam mewujudkan cita-cita bangsa di masa mendatang.” Oleh karena itu, dibangunlah Perpustakaan Bung Karno yang berlokasi tidak jauh dari Makam Bung Karno, yaitu hanya 100 meter ke selatan. Pembangunan Perpustakaan Bung Karno dilandasi oleh beberapa pemikiran, salah satunya adalah dari sudut pandang historis. Perpustakaan Bung Karno dibangun di Kota Blitar karena nama Bung Karno sudah mendarah daging di kota tersebut. Pada dasarnya pembangunan Perpustakaan Bung Karno memiliki empat tujuan, yaitu edukatif, rekreatif, pelestarian, dan penelitian. Oleh karena itu, Perpustakaan Bung Karno nantinya diharapkan tidak hanya melengkapi keberadaan Makam Bung Karno tapi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan intelektual kalangan cerdik pandai yang ingin melakukan studi perbandingan proses perkembangan suatu bangsa.

Konstruksi Perpustakaan Bung Karno tidak terlepas dari pemikiran-pemikiran Bung Karno sendiri. Dinding Perpustakaan Bung Karno berupa kaca-kaca yang menandakan pemikiran beliau yang serba transparan. Kemudian di luar perpustakaan terdapat 21 buah pilar yang di atasnya terdapat lampu dengan warna yang beraneka ragam. Hal itu memperlihatkan semangat nasionalisme beliau yang ingin mempersatukan negara Indonesia dengan perbedaan-perbedaan yang ada, walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Dan perpustakaan yang megah akan memberikan rasa nyaman pada pengunjungnya, ini menandakan bahwa Bung Karno selalu mengutamakan kepentingan rakyat dengan memberikan perlindungan serta kenyamanan dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi beliau.

Perpustakaan Bung karno terdiri dari tiga lantai dengan beberapa bagian yang berjajar dua secara berhadap-hadapan, dipisahkan oleh pelataran dan kolam yang tertata secara memanjang. Koleksi khusus berada di gedung A lantai I timur, mengoleksi otobiografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, serta buku-buku tentang Bung Karno. Masih di gedung yang sama, terdapat juga kamus, ensiklopedi, indeks, peta, dan lain-lain. Gedung A lantai I barat digunakan untuk tempat foto, lukisan, dan peninggalan Bung Karno. Lantai II untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan karya umum, filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan/teknologi, kesenian/olahraga, kesusastraan, sejarah, dan geografi. Di ruangan itu juga terdapat beberapa terbitan secara berkala, seperti surat kabar, majalah, dan buletin. Perpustakaan tersebut juga dilengkapi dengan ruangan lainnya seperti ruang perkantoran pengelola, ruang tunggu pengunjung, lobi, auditorium, penerimaan barang/bongkar muat barang, gudang, kamar mandi/WC, ruang pertemuan, dan masih banyak lagi.

Pengunjung Perpustakaan Bung Karno datang dari berbagai penjuru daerah dan berbagai kalangan. Tapi mayoritas pengunjungnya adalah pelajar. Promosi yang dilakukan Perpustakaan Bung Karno adalah dengan mengadakan berbagai lomba untuk sekolah-sekolah baik SD, SMP, maupun SMA, seperti lomba cerdas cermat, pidato, menggambar, dan lain-lain. Setiap pengunjung bisa memasuki perpustakaan ini secara gratis dan tentu saja akan merasa nyaman. Kalaupun di ruangan itu tidak sempat membaca buku, paling tidak bisa melihat gambar-gambar dan barang-barang bersejarah peninggalan Bung Karno semasa perjuangan. Di sana juga bisa kita temui lukisan gambar Bung Karno yang bagian dadanya bisa bergetar sendiri layaknya jantung yang sedang berdetak.

Ref : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=72488

0 comments: