Kamis, 24 Februari 2011

Ya Ahad (Maha Esa) & Ya Shomad ( Tempat Bergantung)

Ya Ahad ( Maha Esa)
Ahad yang biasa diterjemahkan Esa dan ditemukan didalam Al-Qur'an sebanyak 53 kali itu hanya sekali digunakan sebagai sifat Allah ini mengandung isyarat tentang ke Esaan-Nya yang sedemikian murni hingga sifat ahad yang menunjukkan kepada-Nya hanya sekali dalam Al-Qur'an dan ditunjukkan kepada-Nya semata kata ahad dalam surat Al-Ikhlas itu mengandung arti bahwa Allah SWT memiliki sifat-sifat yang tersendiri yang tidak dimiliki oleh Mahkluk yang lainnya.
Ke Esaan zat mengandung pengertian bahwa Allah SWT tidak terdiri dari unsur-unsur atau bagian-bagian karena bila zat maha kuasa itu terdiri dari 2 unsur atau lebih betapa pun kecilnya unsur atau bagian itu maka ini berarti dia membutuhkan unsur atau bagian itu atau dengan kata lain unsur atau bagian itu merupakan isyarat bagi wujud-Nya. Al-Qur'an menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun dalam Al-Qur'an As-Syura 11. Adapun ke Esaan sifatnya maka itu antara lain berarti bahwa Allah memiliki sifat sifat yang tidak sama substansi dan kapasitasnya dengan sifat mahkluk walaupun dari segi bahasa kata yang digunakan menunjukkan sifat tersebut sama, ini secara panjang lebar telah diuraikan pada awal uraian tentang Asmaul husna.
Ke Esaan ke empat adalah ke Esaan beribadah kalau ketiga ke Esaan sebelumnya merupakan hal-hal yang harus di ketahui san diyakini maka ke Esaan ke empat ini merupakan perwujudan dari makna ke tiga ke Esaan di atas. Bagian ketiga dari ke Esaan Allah adalah dalam perbuatannya ini mengandung arti bahwa segala sesuatu yang ada di alam raya baik dari sistem kerjanya maupun sebab dan wujudnya semua hasil perbuatan Allah semata apa yang di kehendakinya turut terjadi dan apa yang tidak di kehendakinya tidak terjadi. tidak ada daya untuk memperoleh manfaat dan tidak pula kekuatan untuk memperoleh mudarat kecuali bersumber dari allah tetapi ini bukan berarti bahwa Allah berlaku sewenang-wenang atau bekerja tanpa sistem yang ditetapkannya ke Esaan perbuatannya diikatkan dalam hukum-hukum dan sunatuloh yang ditetapkannya.



Ya Shomad ( Tempat Bergantung)
Kata Shomad terdiri dari kata shod, mim, dzal yang maknanya berkisar pada dua hal yaitu tujuan dan kekukuhan atau kepadatan bahasa merupakan kadar tersebut dalam berbagai arti namun ada dua diantara yang sangat populer terutama sesuai yang tidak mempunyai rongga, lubang dan pori-pori karena lubang suka menjadi wadah sesuatu, sedangkan Ashomad sedemikian kukuh,padat,halus dan bersih sehingga tidak bisa dihinggapi debu apalagi pasir. tidak ada sesuatu yang dapat terpisah darinya atau melekat padanya dinamai Hajaru Shomad atau batu yang shomad arti kedua adalah tokoh terpuncak yang denikiasn tinggi kedudukan sehinnga tidak bisa diraih oleh siapapun sekaligus yang menjadi tumpuan harapan semua pihak.
Allah shonad dialah yang tidak membutuhkan makanan atau minuman, tidak pila ada yang dikeluarkan, tidak beranak dan tidak pula di peranakan "Lamyalid Walamyulad" adapula yang mengartikan kata tersebut menunjukkan kepada Allah yang zatnya tidak bisa terbagi.
Kata shomad yaitu dia yang dituju oleh setiap umatnya dan tumpuan harapan kita menggantungkan pertolongan dan harapan-harapan serta yang dapat memenuhi kebutuhan kita dan menanggulangi masalah-masalah kita. Tiada satupun yang bisa menolong kita melainkan Allah SWT.

0 comments: