Rabu, 04 Mei 2011

Saat Malam Pertama Pun Tiba


Satu hal sebagai bahan renungan kita…

Tuk merenungkan indahnya malam pertama

Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata

Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut!

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu…mempelai sangat dimanjakan Mandi…

harus pula dimandikan Seluruh badan kita terbuka….

Tak ada sehelai benang pun menutupinya..

Tak ada sedikit pun rasa malu…

Seluruh badan digosok dan dibersihkan

Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan

Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih…

Itulah sosok kita…. Itulah jasad kita saat itu Setelah dimandikan…,

Kita pun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu …jarang orang memakainya..

Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan

Wewangian ditaburkan ke baju kita…

Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan Tataplah….

tataplah…itulah wajah kita Keranda pelaminan…

Langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga

Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita

Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus Akad nikahnya bacaan talkin…

Berwalikan liang lahat.. Saksi-saksinya nisan-nisan..

yang telah tiba duluan Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan dan akhirnya…..

Tiba masa pengantin.. Menunggu dan ditinggal sendirian…

Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..

Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah

Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah telah pergi….

Kita pun kan ditanyai oleh sang Malaikat…

Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…

Ataukah akan memperoleh Siksa Kubur…..

Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….

Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….

Padahal nikmat atau siksa yang ‘kan kita terima

Kita sungkan sekali meneteskan air mata…

Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..

Atau melemparkan dirimu ke neraka..

Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga… Tapi….tapi ….

sudah pantaskah sikap kita selama ini… Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu

Bukan aku tak setia…

Bukan aku berkhianat…. Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan

Tapi percayalah…aku pasti ‘kan mendo’akanmu…

Karena …aku sungguh menyayangimu…

Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

Aku berdo’a…semoga kau menjadi ahli syurga.

Aaamiiin… Sahabat….., jika ini adalah bacaan terakhirmu

Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu

Ambillah hikmahnya…..

Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….

Terlebih jika aku harus mendahuluimu….

Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku

Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu…..

Satu pintaku padamu… Tolong do’akan aku…


0 comments: