Minggu, 06 Maret 2011

Video Mesum 'Ariel' Disebar ke Forum Media


VIVAnews - Penyelidikan terhadap si penyebar video sex yang lakonnya mirip Ariel "Peterpan", Luna Maya dan Cut Tari kian menemui titik terang. Polisi kini memusatkan penelusuran kepada sejumlah rumah di sebuah kawasan padat penduduk di kota Bandung.
Dari sebuah komputer di kawasan itulah video porno itu diunggah, lalu bertaburan ke seluruh dunia.
Ahli Informasi Teknologi, Muhammad Salahuddien Manggalany, yang diminta polisi mengurai kasus ini memastikan bahwa si penyebar mengirim video porno itu ke situs-situs komunitas atau situs forum sejumlah media berita.
"Ada pola yang menunjukkan motif. Lebih banyak diposting di forum media massa," kata Manggalanny, dalam perbincangan dengan VIVAnews. Setelah dikirim, si penyebar menghapus link-link aslinya.

Manggalany-- yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesia-Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) ini -- menegaskan bahwa si penyebar itu sangat profesional dan canggih.
Nama akun atau identitas yang digunakan si penyemar adalah nama yang sangat umum. "Misalnya, dia menggunakan nama 'Doraemon'. Nanti ketika pelacakan lewat google menggunakan kata kunci 'Doraemon', itu akan keluar hasil banyak sekali kata Doraemon," ujar dia.

Cara kerja di penyebar juga sangat efektif. Dengan mengirim video porno itu ke situs forum milik media massa, maka penyebarannya akan sangat cepat, efektif, dan efisien. "Si pelaku ini memang benar-benar menginginkan agar kasus ini cepat diekspose media. Pelaku ingin berita ini dibesar-besarkan media," kata dia.
Manggalany menengggarai bahwa ada banyak dugaan motif di balik penyebaran video porno ini. Merusak reputasi Ariel yang sebentar lagi melansir album baru, patut ditelurusi sebagai salah satu motif.

Kasus video porno sudah heboh selama tiga pekan belakangan. Tiga artis itu sudah membantah keras .Mereka juga sudah menyerahkan kasus ini kepada polisi.

sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/158259-video-mesum--ariel--dari-situs-forum-media

0 comments: