Rabu, 02 Maret 2011

Balawan Jalani Tur Musik Perdana di Negara "Uncle Sam"


I Wayan Balawan berkunjung ke Kompas.com di Jakarta, 12 Februari 2011. (KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI)
TERKAIT:
Ayu Laksmi Diapit Jago Gitar
Sheila Majid Bawa Pesan Persahabatan Malaysia-Indonesia
Balawan: Saya Cuma Tahu Justin Bieber dan Lady Gaga
Tiga Pendekar Gitar dalam Konser Trisum
Balawan Kembali ke Tempo Dulu
JAKARTA, KOMPAS.com -- Senin lalu (21/2/2011) WIB gitaris I Wayan Balawan (37) bertolak dari Tanah Air untuk menjalani turnya di AS. Itu akan menjadi pengalaman pertamanya tampil dan memberi workshop musik di sana.

Tur musik Balawan kira-kira sebulan tersebut akan dimulai di San Francisco (California). Di kota itu, pria kelahiran Batuan, Sukawati, Gianyar (Bali) ini akan tampil dalam dua acara. Acara pertama, Balinese Art Exhibition atas undangan Asian Art Museum dan Bali Global Institute for Renewal. Ia ambil bagian dalam acara tersebut bersama dua pemusik gamelan Bali--I Nyoman Suwida (gangsa dan kendang) dan I Nyoman Suarsana (gangsa, kendang, dan rindik)--serta gitaris I Dewa Gede Budjana dan vokalis Ayu Laksmi.

Acara kedua, Other Minds Music Festival 2011 atau yang ke-16. Dalam festival musik yang digelar pada 3, 4, dan 5 Maret 2011 itu, Balawan, yang juga menyanyi dan bermain suling, akan tampil pada hari kedua hanya bersama Suwida dan Suarsana sebagai trio Batuan Ethnic Fusion. "Mereka itu master-master gamelan," ujarnya.

Setelah itu, tur musik Balawan cs tersebut akan dilanjutkan ke Madison (Wisconsin), Denver (Colorado), Detroit (Michigan), Gambier (Ohio), dan New York. Di Madison, Denver, Detroit, dan Gambier mereka akan tampil dan memberi workshop yang diharapkan akan diikuti oleh para mahasiswa musik dan pemusik sana.

Perjalanan Balawan ke Other Minds Music Festival 2011 serta Madison, Denver, Detroit, dan Gambier disponsori oleh Kompas dan Kompas.com, sedangkan Suwida dan Suarsana disponsori oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata.

Dalam Other Minds Music Festival 2011, Balawan merupakan salah satu dari delapan komposer tamu dari empat negara, yaitu Belanda, Indonesia, AS, dan Polandia, dan satu-satunya dari Indonesia. "Saya sudah mendapat undangan dari Other Minds Music Festival tahun ini kira-kira setahun lalu. Festival itu menampilkan komposer-komposer yang unik dan aneh dari seluruh dunia," cerita gitaris yang bermusik di wilayah fusion--jazz, pop, rock, dan etnik Bali--ini kepada Kompas.com.

"Organizer-nya tahu tentang saya dari internet, tube. Selain itu, salah seorang organizer-nya juga sempat berlibur ke Bali dan menonton saya main," sambung pemusik yang sudah mengeluarkan album-album Globalism (1999), Balawan (2001), Magic Fingers (2005), Trisum: 1st Edition (2007), See You Soon (2009), dan Trisum: Five in One (2011) ini.

Untuk tur perdananya di AS, Balawan membawa sebuah konsep. "Saya ingin memerlihatkan sesuatu yang beda dari segi musik, lebih ke kolaborasi antara musik tradisonal, dalam hal ini gamelan Bali, dengan musik modern, dalam hal ini gitar elektrik, yang semuanya dimainkan oleh orang-orang Indonesia," terangnya. "Di sana banyak sanggar seni Bali, tapi punya orang-orang sana dan para pemainnya orang-orang sana," lanjutnya.

Selain tampil, mereka akan memberi workshop musik--kepada para mahasiswa musik dan pemusik sana--tentang perkembangan musik modern dan musik tradisional di Indonesia dewasa ini, dengan musik modern diwakili oleh permainan gitar elektrik oleh Balawan dan musik tradisional diwakili oleh permainan gamelan Bali oleh Suwida dan Suarsana.

"Workshop kami intimate di universitas-universitas. Tentang gamelan Bali secara lebih spesifik. Para peserta bisa try out, enggak cuma teori, langsung coba main on the spot. Juga tentang gitar modern, lebih ke unique style-nya, gimana berpadu dengan gamelan Bali," jelas gitaris yang terkenal dengan teknik tapping dan gitar double neck ini.

Untuk tur musik tersebut, Balawan cs menyiapkan kira-kira 20 lagu--dari komposisi baru karyanya hingga komposisi tradisional yang diaransemen ulang olehnya. Lewat tur itu Balawan juga ingin menekankan bahwa musik tradisional setara dengan musik modern, juga memiliki master, dan bisa benar-benar dipadu dengan musik modern, bukan sekadar tempelan.

Balawan mengaku merasa sangat senang bisa menjalani tur di AS. "Dari tahun 2000 cuma ke Eropa, Kanada, Australia, Jepang, Hongkong, dan China," tutur Balawan, yang sudah sering tampil di Jerman dan pernah merilis album Balawan di sana.

Ia berharap justru lebih banyak orang-orang non-Indonesia yang menonton pertunjukan dan mengikuti workshop-nya bersama Suwida dan Suarsana. "Saya ingin kasih tahu ke mereka, apa yang sudah dilakukan di Indonesia. Musik modern, musik tradisional, perkembangannya," katanya. "Beberapa profesor sana sudah melakukan riset tentang musik pop, musik etnik di Indonesia, bagaimana generasi muda kita, ada yang tertarik kepada musik tradisional atau malah 20 tahun lagi musik tradisional kita habis, sementara di sana orang-orang semangat untuk bikin sanggar seni tradisional kita. Jangan sampai mereka yang main keliling dunia membawakan musik tradisional kita," katanya lagi.

sumber : http://www.balawanustour.com/read/2011/02/24/11355073/Balawan.Jalani.Tur.Musik.Perdana.di.Negara.Uncle.Sam

0 comments: