Jumat, 04 Maret 2011

Ajaran TQN Dan Perkembangannya

Secara garis besar Tarekat ini berisi tentang tata cara membai'at, sepuluh macam Lathaif. Bentik jamak dari Lathifah yang berarti titik halus dalam tubuh manusia.kemudian beliau menjelaskan tentang Dzikir dalam Tarekat Qadariyyah, dan di jelaskan dalam Dzikir Naqsabandiyyah.Syekh sambas menerangkan tentang tiga syarat yang harus di penuhi oleh orang yang sedang menuju AllahyaituDzikir diam dalam mengingat, merasa selalu di awasi Allah dalam hatinya dan pengabdian kepada syekh. Kemudian di akhiri dengan penjelasan rinci tentang dua puluh macam meditasi (Muraqabah ) ajaran ini terdapat dalam kitabFath Al-A'rifin dan sebelum di tutup kitab ini berisikan silsilah Syaikh sambas mulai dari beliau hingga Rasulullah.

Pengembangan TQN yang kelihatan di asia tenggara, memang bermula dari kitab fath arifin tersebut.Walaupun murid sekh sambas yang utama yaitu sekh abdul a-karim banten (lahir 1860) tampaknya tidak mengembangkan ajaranya secara luas, namun generasi sesudahnya terutama dipusat-pusat TQN di jawa. Qadariyah naqsabandiyah relatif maju dan berkembang pesat. Syekh abdiul karim banten ditunjuk oleh syekh sambas sebagai penggaantinya, beliau telah bersama-sama sejak masa kecil saat belajar di mekkah. Tugasnya yang pertama ialah mnenyebarkan tarekat ini di singapura selama beberapa tahun, pada tahun 1872 ia pulang ke kampungnya, Lampuyang dan menetap di sana selama kurang lebih tiga tahun. Kemudian pada tahun 1876 ia dipanggil ke mekkah dari sekh sambas sebagai pimpinan tertinggi TQN. Dan menurut Dhofier yang menyebutkan bahwa di tahun tujuh puluhan empat pusat TQN di jawa yaitu:

Tarekat Qadariyah Naqsabandiyah Di Jawa Tengah

Qadariyah di jawa tengah berpusat di ponpes futuhiyah, Mranggen. Pesantren ini didirikan oleh abduk ar-rahman pada tahun 1905, dan dilanjutkan oleh kyai muslih. Beliau menulis buku-buku yang telah di banyak pesantren di jawa tengah dan jawa timur. Kiai muslih meninggal pada tahun 1981, dan diteruskan oleh dua putranya, kiai muhammad sidiq lutfi hakim dan kiai muhammad hanif. Saudara kandung kiai muslih dan para menantunya juga terlibat dalam aktivitas pesantren futuhiyyah termaduk juga dalam kegiatan TQN.

Salah satu murid dari kiai muslih, kiai abu nur djazuli telah menyebarkan TQN di Brebes. Salah seorang murid dari kiai ibrahim brunbung adalah kiai hasan anwar gubuk dan dilanjutkan oleh kiai madhan lalu putranya sendiri, kiai komaridin dari powardadi. Sementara itu kajen, seorang murid lainnya dari dari kiai Muslih, yaitu K.H. Surri Nawawi, mengajar TQN disana. Menurut kiai hakim, TQN Mraggen juga mempunyai cabang-cabang di seluruh indonesia dan juga di luar negri.
Tarekat Qadariyyah Naqsyabandiyah Di Madura Dan Rejoso Jawa Timur
Qadariyah Naqsyabandiyah Di Banten, Cirebon, Bogor, Dan Suryalaya (Jawa Barat)

Tarekat ini dibanten memainkan aperan yang sangat penting, terutama dalam komunikasi dan koordinasi jaringan petani di abad ke-39 yaitu dengan pecahnya pemberontakan petani banten 1888. melalui kiai muslih inilah kemudian kiai adlan ali nantinya mengajarkan TQN di selatan jombang, jawa timur.

Tarekat qadariah ini juga di cirebon tidak dapat di lepaskan dari nama kiai tolhah. Khalifah yang palinbg penting dari kyai tolhah ialah mubarok (abah sepuh w. 1956), yang juga mengambil inisiatif dari abdul karim banten. Abah sepuh inilah yang pada tahun 1905 mendirikan pesantren suryalaya yang kemudian diteruskan oleh anaknya abah anom sampai sekarang.

Adapun tharekat TQN di daerah bogor, dikembangkan oleh kyai falak yang juga merupakan khlifah dari abdul karim banten, kyai falak juga berasal dari banten beliau mendirikan pesantren pengentonan yang pada masa hidupnya menjadi salah satu pusat pengembangan TQN.

Tharekat naqsabandiyah di suryalaya saat ini dikenal sebagai pusat TQN yang aktif dan dinamis. Mursyidnya K.H.A. sohibul wafa tajul arifin (abah anom) telah berhasil mengembangkan cabang-cabangnya, bukan hanya di Indonesia tapi juga diluar negeri, seperti singapura, malaysia dan brunei darussalam. Abah anom juga mendesain kurikulum khusus untuk merehabilitasi remaja yang kecanduan narkoba dengan membangun pondok inabah dibeberapa cabang TQN suryalaya. Hingga sekarang ini telahberdiri 23 pondok inabah di dalam dan luar negeri.

Untuk memenuhi masayarakat luas yang ingin masuk dan belajar dan berzikir si suryalaya. Abah anom telah mengangkat wakil talkin, yaitu mereka yang diamanatkan untuk menalkin atau membaiat atas namanya di daerah yang telah ditunjuk.hingga sekarang ini telah ditunjuk 52 sebagai wakil talkin di dalam dan luar negeri.. Selain itu TQN pun berkembang di luar pulau jawa seperti: Di pulau Sumatera (Lampung, Palembang, dan Medan ), pulau Bali dan Lombok, Bahkan sampai ke Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Referensi:
Mulyati.Sri, Tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia, Jakarta: Prenada Media,2005.
Bakhtiar. Amsal, Tasawuf dan Gerakan Tarekat, Bandung: Angkasa, 2003.

0 comments: