Jumat, 18 Februari 2011

Presiden Yaman Tunggu 2013


Para pengunjukrasa berteriak sambil mengusung poster aktivis Tawakul Karman di depan kantor Kejaksaan Agung di Sanaa, ibu kota Yaman, 23 Januari 2011. Karman ditangkap, diduga karena dia sebelumnya memimpin pawai mahasiswa menuntut mundur Presiden Yaman.
KOMPAS.com - Senada dengan mitranya di Mesir, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh memilih untuk lengser di akhir masa jabatannya pada 2013. Menurut warta AP dan AFP pada Rabu (2/2/2011), Presiden Ali juga menyatakan dia tidak akan mengalihkan kekuasaan kepada putranya.

Pengumuman ini disiarkan ketika gejolak politik melanda dunia Arab pascapemberontakan rakyat Tunisia yang menumbangkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali bulan lalu. Presiden Ali berpidato di depan parlemen menjelang rapat umum di ibu kota, Sanaa, besok. "Tidak ada perpanjangan, tidak ada pewarisan, tidak ada pembalikan jarum jam," kata Saleh.

Ali Abdullah Saleh telah berkuasa selama tiga dekade. Dia mulai berkuasa sebagai presiden Yaman Utara pada 1978.

Demonstrasi yang dinamai Hari Kemarahan" itu menggemakan protes serupa di Tunisia dan Mesir. Aksi itu digerakkan oleh kelompok-kelompok masyarakat madani dan para tokoh oposisi.

Yaman mengalami sejumlah masalah sosial ekonomi, termasuk laju pertumbuhan penduduk tinggi, angka pengangguran yang mencapai 40 persen, dan tingkat malnutrisi yang akut

Ref : http://internasional.kompas.com/read/2011/02/02/23324756/Presiden.Yaman.Tunggu.2013

0 comments: