Kamis, 17 Februari 2011

Kesehatan Reproduksi Remaja

PUSKESMAS KEMBIRITAN KECAMATAN GENTENG
PENGERTIAN
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.
TUMBUH KEMBANG REMAJA.
Masa remaja dibedakan dalam :
1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.
Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :
1. Mulai menstruasi.
2. Payudara dan pantat membesar.
3. Indung telur membesar.
4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.
5. Vagina mengeluarkan cairan.
6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.
7. Tubuh bertambah tinggi.
Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :
1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.
2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.
3. Tumbuh kumis.
4. Mengalami mimpi basah.
5. Tumbuh jakun.
6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.
7. Penis dan buah zakar membesar.
Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :
1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.
Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.
MENSTRUASI ATAU HAID.
Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai usia 50 tahun. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause. Siklus menstruasi meliputi :
1. Indung telur mengeluarkan telur (ovulasi) kurang lebih 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.
2. Telur berada dalam saluran telur, selaput lendir rahim menebal.
3. Telur berada dalam rahim, selaput lendir rahim menebal dan siap menerima hasil pembuahan.
4. Bila tidak ada pembuahan, selaput rahim akan lepas dari dinding rahim dan terjadi perdarahan. Telur akan keluar dari rahim bersama darah.
Panjang siklus menstruasi berbeda-beda setiap perempuan. Ada yang 26 hari, 28 hari, 30 hari, atau bahkan ada yang 40 hari. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari, namun kadang-kadang ada yang lebih cepat 2 hari atau bahkan sampai 5 hari. Jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. Selama masa haid, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin.
MIMPI BASAH, BAGAIMANA BISA TERJADI ?
Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi pematangan sperma didalam testis. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Masturbasi adalah memberikan rangsangan pada penis dengan gerakan tangan sendiri sehingga timbul ereksi yang disusul dengan ejakulasi, atau disebut juga onani.
KEHAMILAN.
Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut :
1. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam sel telur.
2. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur.
3. Di saluran telur ini, sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi.
Tanda-tanda kehamilan :
1. Sering mual-mual, muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari.
2. Mengantuk, lemas, letih dan lesu.
3. Amenorhea (tidak mengalami haid).
4. Nafsu makan menurun, namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam).
5. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG.
6. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras, daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar.
Referensi Kesehatan
referensi,kesehatan,keperawatan,obstetri,sexual,reproduksi,antenatal,postpartum
Archive for the 'Kesehatan Reproduksi' Category
Diafragma, Alat Kontrasepsi yang Tidak Biasa
April 20, 2009 in KB, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Seksologi
Tags: diafragma, KB, kontrasepsi
Kontrasepsi diafragma merupakan hal yang tidak biasa di Indonesia. Kontrasepsi ini adalah kontrasepsi barier yang tidak mengurangi kenikamatan berhubungan seksual karena terjadi skin to skin kontak antara penis dengan vagina dan dapat meningkatkan frekuensi sentuhan pada G Spot dalam. Sayangnya diafragma memiliki efektifitas yang paling rendah dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya, selain itu pemasangannya harus [...]
Nyeri saat Hubungan Seks (Dyspareunia)
April 20, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Seksologi
Tags: Dyspareunia, intercourse, seksual
Dyspareunia (Nyeri saat intercourse atau hubungan seks) adalah sebuah kondisi muncunya rasa nyeri pada saat atau setelah intercourse. Selain terjadi karena sebab sebab fisik misalnya infeksi jamur pada liang senggama (Yeast Infection)
atau adanya penipisan selaput pada liang senggama atau terjadinya vagina ulcer (bisul pada liang senggama)
juga dapat disebabkan oleh kondisi psikis sehingga produksi cairan [...]
Proses Aborsi
April 20, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa
Berikut ini adalah gambaran proses aborsi, semoga bisa menjadi referensi
Aborsi, Membahayakan Fisik dan Mental
April 20, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Kesehatan Reproduksi Remaja
Tags: aborsi, Kesehatan Reproduksi
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia ?tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang?. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.
Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita [...]
Aborsi dan Kanker Payudara
April 20, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Kesehatan Reproduksi Remaja
Tags: aborsi, kanker payudara
Anggapan bahwa kehamilan terputus dapat memicu kanker payudara terbantahkan. Berdasarkan penelitian ulang Profesor Valeri Beral dari Universitas Oxford, diyakini tak ada kaitan antara penyakit kanker payudara dengan kehamilan yang terputus baik karena aborsi ataupun keguguran.
Penelitian Beral menggunakan data dari 53 studi sebelumnya yang dilakukan di 16 negara. “Kami semakin yakin, baik aborsi ataupun keguguran tidak [...]
Resiko Aborsi
April 19, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Remaja, Psikologi dan Jiwa, Seksologi
Tags: aborsi, kehamilan remaja
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa [...]
Periksa Payudara Sendiri (SADARI/SARARI)
April 19, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa
Tags: kanker payudara, payudara, sadari, sarari
SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri secara manual. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk membantu wanita melakukan deteksi dini adanya kelainan pada payudara (Suddarth & Brunner, 2003).
Pilihan waktu yang tepat untuk melakukan SADARI adalah antara hari ke 5 – 10 dari siklus menstruasi dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari I. Wanita pascamenopause dianjurkan untuk memeriksa [...]
Perubahan Psikis Pada Masa Menopause
April 17, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Menopause
Tags: lansia, Menopause, sexual
Selain fisik, perubahan psikis juga sangat mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa menopouse. Memang, perubahan psikis pada masa menopouse sangat tergantung pada masing-masing individu. Pengaruh ini sangat tergantung pada pandangan masing-masing wanita terhadap menopouse. Pengetahuan yang cukup akan membantu mereka memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini dengan lebih baik.
a. Perubahan psikis yang [...]
Perubahan Fisik Pada Masa Menopouse
April 17, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Menopause
Tags: lansia, Menopause, sexual
Akibat berhentinya haid, berbagai organ reproduksi akan mengalami perubahan. Rahim mengalami antropi (keadaan kemunduran gizi jaringan), panjangnya menyusut, dan dindingnya menipis. Jaringan miometrium (otot rahim) menjadi sedikit dan lebih banyak mengandung jaringan fibriotik (sifat berserabut secara berlebihan). Leher rahim (serviks) menyusut tidak menonjol kedalam vagina bahkan lama-lama akan merata dengan dinding vagina.
Lipatan-lipatan saluran telur menjadi [...]
Fase Klimakterium
April 17, 2009 in Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Dewasa, Menopause
Tags: lansia, Menopause, sexual
Fase klimakterium adalah masa peralihan yang dilalui seorang wanita dari periode reproduktif ke periode non reproduktif. Tanda, gejala atau keluhan yang kemudian timbul sebagai akibat dari masa peralihan ini disebut tanda atau gejala menopouse. Periode ini dapat berlangsung antara 5 sebelum dan sesudah menopause. Pada fase ini fungsi reproduksi wanita menurun.

0 comments: