Kamis, 20 Januari 2011

Biografi Jero Wacik


Jero Wacik
Simbiosis Budaya dan Pariwisata

Putra Bali kembali mempimpin Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar). Jero Wacik, kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949, ini dipercaya menjabat Menteri Negara Budpar Kabinet Indonesia Bersatu menggantikan I Gde Ardhika (Kabinet Gotong Royong). Lulusan S1 ITB dan FE UI ini, sebelumnya seorang pengusaha jasa pariwisata yang aktif di Partai Demokrat.

Setelah dipanggil Presiden Yudhoyono, ke Cikeas, Bogor pada Selasa (19/10/2004), pria lulusan Teknik Mesin ITB (1974) ini mengaku, dalam pertemuan sekitar delapan menit itu, dia dijejali pertanyaan seputar pariwisata dan budaya. Sarjana dari Fakultas Ekonom UI (1983), ini belakangan menjadi pengusaha yang memang bergerak dalam bidang jasa pariwisata.

Dua daritiga perusahaan yang dimilikinya, bergerak di bidang hotel, biro perjalanan wisata, yaitu PT Griya Batu Bersinar, dan PT Pesona Boga Suara, yang berkantor di Jakarta dan Bali.
Sedangkan satu lagi, PT Puri Ayu, bergerak di bidang interior, disain tekstil. Perusahaannya berkantor di Jakarta dan Bali. Bidang ini digumulinya sejak namun sejak 1990-an. Sebelumnya, dia bekerja di perusahaan industri otomotif.

Dia seorang pekerja keras. Saat masih duduk di bangku ITB, dia sudah bekerja di bebarapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Enggineering, di ITB. Kendati sambil bekerja dan aktif berorganisasi, dia berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB pada 1973 dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB 1973.

Usai menyelesaikan pendidikan di Kampus Ganesa, Jerol angsung bekerja di PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager (1974-1975). Di perusahaan otomotif terkemuka Grup Astra International ini kariernya terus menanjak dengan posisi jabatan mulai dari asisten (1974) hingga menjabat Goverment Sales Manager (1990)

Suami dari Triesna ini pun banyak memanfaatkan kesempatan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dalam rangka kursus dan seminar-seminar selama bekerja di United Tractors itu. Sampai dia lebih memilih menjadi wiraswasta yang bergerak di bidang industri jasa pariwisata tahun 1992.

Selain berkecimpung dalam bidang otomotif dan pariwisata, dia pun mempunyai komitmen tinggi pada dunia pendidikan. Ayah dati tiga putri dan satu putra, ini juga menyempatkan waktu sebagai dosen mata kuliah pemasaran dan kewirausahaan di Fakultas Ekonomi UI. Selain itu, ia juga menyempatkan diri menulis buku antara lain, "Cara Mudah Menjadi Wirausaha" yang diterbitkan Lembaga Penerbit UI (LP UI) pada 1998, "Fisika untuk SMA" diterbitkan Ganesha Exact Bandung (1979), dan "Matematika untuk SMA" Ganesha Exact Bandung.

Sebagai seorang putra Bali dan pengusaha yang bergerak dalam industri jasa pariwisata yang kemudian dipercaya menjabat Menneg Budpar, komitmennya untuk meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional juga sangat tinggi.

Menurutnya, pembenahan pariwisata Indonesia akan dimulai dari pengamanan aset-aset wisata. Pemberian rasa aman saat berwisata, katanya, akan merangsang orang pergi pelesiran ke pelosok Nusantara.

“Pariwisata pada situasi sekarang ini diharapkan menjadi sumber devisa bagi negara. Tentunya menjadi penyumbang kedua setelah migas,” kata Jero Wacik, Senin (25/10/2004). Sektor pariwisata telah menyumbang devisa negara sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dengan angka kunjungan 4,5–5 juta turis mancanegara per tahun.

Ke depan, dia pun berusaha mengejar target kunjungan wisatawan sebanyak 10 juta orang per tahun. Dia optimis target itu tercapai pada 2009. “Paling tidak, 8 juta orang datang ke negara kita pada tahun 2009 nanti,” katanya optimis. Tiap tahun, angka tersebut akan digenjot dengan promosi yang gencar.

Namun, dia melihat, kendala utama yang ada saat ini adalah masalah keamanan. Pariwisata sangat rentan dengan keamanan. Maka dalam program 100 hari, dia akan bergerak ke tempat-tempat wisata untuk melakukan koordinasi, terutama dengan pihak kepolisian daerah, demi terjaganya keamanan yang kondusif.

Dia pun memulai safari keamanan wisata dari Bali, sebagai ikon pariwisata Indonesia. Setelah Bali, safari dilanjutkan ke Yogyakarta, Sumatera Utara, Makassar (Sulawesi Selatan) dan sentra-sentra wisata lainnya.

Setelah urusan keamanan, program 100 hari berikutnya adalah penyiapan komponen-komponen pariwisata seperti keramah-tamahan (hospitality). Dia melihat di beberapa tempat wisata, keramah-tamahan agak menurun.

Secara bersamaan juga akan menangani kegiatan promosi. Dia akan menggalang agar swasta juga akan ikut berpromosi bersama ke luar negeri. Kemudian untuk menggairahkan wisatawan nusantara, akan dicanangkan: “Kunjungi Negerimu, Cintai Negerimu”.

Kebudayaan
Dalam upayanya menggerakkan mesin industri jasa pariwisata, Jero Wacik juga berkomitmen tidak akan mengesampingkan kebudayaan dalam program kerjanya. Dia berjanji, bahwa pariwisata dan kebudayaan akan mendapatkan perhatian yang sama.

Dalam menjalankan tugasnya, dia mengatakan sangat membutuhkan masukan terutama dari para budayawan dan pelaku pariwisata yang selama ini banyak berkiprah.

Dia berharap hubungan simbiosis antara pariwisata dan kebudayaan lebih sehat di masa mendatang. Pariwisata berjalan baik, kebudayaan pun berkembang dan lestari. Terkait dengan itu, kebijakan VoA akan direvisi (tidak dicabut) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan ada pemasukan dana lebih ke Budpar untuk memajukan kebudayaan.

Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan kalangan budayawan di Hotel Inna Putri Bali, Sabtu (30/10/2004). Pertemuan itu dihadiri tokoh adat, listibiya, rektor ISI, budayawan dan seniman. Dia mengatakan memang tetap ada tanjakan (hambatan) dalam pelestarian budaya. Di antaranya, masalah kependudukan atau masyarakat yang pluralis. Ia juga menekankan bahwa berpikir positif itu termasuk budaya. Karena itu, budaya berpikir positif hendaknya bisa diimplementasikan dalam segala hal. ►tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

C © updated 20102004




► e-ti
Nama:
Ir. Jero Wacik, SE
Lahir:
Singaraja, Bali, 24 April 1949
Agama:
Hindu
Jabatan:
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
Isteri:
Triesna
Anak:
Tiga putri dan satu putra

Pendidikan:
S1, Institut Teknologi Bandung (1974)
S1, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1983)

Pekerjaan:
- PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager sampai Goverment Sales Manager (1974-1990)
- Pengusaha bidang properti dan pariwisata
- Presdir PT Grya Batu Bersinar
- Dirut PT Pesona Boga Suara
- Dirut Putri Ayu (sejak 1992)
- Dosen mata kuliah pemasaran dan kewirausahaan di Fakultas Ekonomi UI

Organisasi:
- Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat

Buku:
- Cara Mudah Menjadi Wirausaha, Lembaga Penerbit UI (LP UI) 1998
- Fisika untuk SMA, Ganesha Exact Bandung (1979)
- Matematika untuk SMA, Ganesha Exact Bandung.

Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3838000, 3838637
Fax. (021) 3848245, 3840210

0 comments: