Rabu, 10 November 2010

Selamat Malam! kehidupan dipenuhi hanya tanda seru dan tanda tanya, benarkah?

aku melamar kasih

malam ini kita dibuai irama cinta
kita diajak bicara soal hati
kita sentuh asmara dan kasih
hari ini adalah kerinduan
bak pungguk dan bulan
bak kasih Mumtaz Mahal dan Shah Jehan
masa ini adalah ketentuan
antara khayalan dan nyata
antara gelora dan sandiwara
saat ini adalah debaran
si pria dan si perawan
malam ini izinku cipta dialog kasih
antara duanya insan dalam satu adegan fantasi
ku tinjau zamannya yang tidak punya tarikh dan masa
ku sorot ruangnya yang tidak punya perabot dan barangan mewah

kata pria;

perawan,
cintaku ini tidak dapat diukur dalamnya
apakah ia mencecah dasar atlantik
apakah ia setinggi langit,
mencapai awan dan bintang-gemintang
apakah ia seluas bumi, dipijak sejak lahirku

perawan
janganlah kau ragu setiaku
janganlah kau pintaku renangi lautan api
janganlah kau pintaku mencapai bintang itu untukmu
janganlah kau pinta untukku membelah dada dan menunjukmu hatiku....
janganlah....

perawan
izinkan aku menyemai cinta
lewat benih kasih yang kutanam di dadamu
izinkan aku mengukir namamu di hatiku
izinkan aku tanam ketulusan cinta di keringat yang jatuh
kerana rezeki yang bakal kusuapkan untukmu
izinkan aku memagari istana kita dengan wangian amanah
agar kau tidak sangsi akan jujurku
izinkan aku memaut hatimu dalam lenaku
agar kau hadir dalam mimpiku

dan...
perawan itu mula berbicara

pria,

pintaku hanyalah yang mudah-mudah
belikanlah daku benang kasih
agar dapat kusulam dan jadikan ia pakaian harianku
belikanlah aku benih-benih rindu
biar dapat kutanam di taman hatiku
berikanlah aku warna-warna indah
biar rumah ini punya aneka calitan cinta
hulurkan padaku kejujuran dan amanahmu
biar dapat kujadikan ia rantai menghiasi dadaku
berikanlah aku senyummu
agar ia menjadi pemanis rumahtangga
berikanlah aku deraian tawamu
biar ia menjadi perabot jati hidupku

pria,
ungkapkan kepadaku kata-kata indah
agar dapat ku syairkan untukmu
biar kau dan aku menjadi muda selalu

pria
dodoilah aku dengan sentuhan manjamu

perawan
lenakanlah aku dengan gurindam syahdumu...

Tarikh Terbit: Sabtu, 10 Mac 2001 / 14:56:37

0 comments: